Green Cocoland – 3 Jenis Itik Yang Baik Untuk Anda Budidayakan

Ada beberapa jenis itik yang sangat manis untuk Anda budidayakan. Green Cocoland Untuk itik petelur lokalan yang cocok untuk Anda jadikan bisnis ternak ada beberapa jenis. Antara lain itik jawa, itik bali, itik alabio dan itik mojosari. Empat jenis itik diatas sangat populer dikalangan peternak dan pembudidaya itik. Tingkat produksi telur dari keempat itik tersebut bisa dikatakan relatif tinggi.

 

Secara umum itik lokal hampir mempunyai bentuk yang ibarat – mirip. Seperti dari posisi berdirinya yang tegak, bentuk ibarat botol dan warna telur biru kehijauan. Itik lokal memunyai gerakan yang gesit dan lincah. Keaadaan dari lingkungan dan kesukaan peternak itik akan warna dan bentuk tertentu menimbulkan itik terseleksi dan berkembang sesuai dengan lingkungan di tempat masing – masing.

 

Berikut klarifikasi dari jenis itik di atas

 

Itik Jawa

 

Di pulau jawa itik petelur pada umumnya berasal dari jenis indian runner. Indian runner yaitu jenis itik yang bulunya mempunyai warna yang bervariasi atara warna hitam, coklat dan putih. Dalam perkembangannya, itik tersebut bisa menghasilkan bermacam-macam jenis antara lain itik Cirebon, itik Tegal, itik Karawang, itik Magelang, itik Bantul dan itik Mojosari. Saat ini persebaran itik jawa sudah tersebar luas hingga ke seluruh Indonesia.

 

Ada beberapa jenis itik yang sangat manis untuk Anda budidayakan Green Cocoland - 3 Jenis Itik Yang Baik Untuk Anda Budidayakan – Baca Di sini
Jenis itik jawa (itik magelang)-meribebek55

 

Ciri – ciri dari jenis itik diatas sanggup Anda lihat dari ukuran tubuhnya. Demikian juga dari tampilan fisiknya. Misalnya pada itik Magelang, itik magelang mempunyai ciri fisik ada terdapat kalung pada lehernya. Kalung tersebut berwarna putih yang melingkar pada leher. Ciri tersebut jarang terdapat pada jenis itik di tempat lainnya. Selain ciri ibarat menggunakan kalung, itik magelang juga populer mempunyai bentuk badan yang lebih besar. Green Cocoland

 

Sedangkan itik Bantul atau dikenal juga dengan itik Mataram mempunyai ciri bentuk badan yang lebih besar kalau dibandingkan dengan itik Mojosari. Lehernya lebih panjang, paruh cembung dan mata lebih besar. Dalam perkembangannya, ketika ini beberapa peternak sudah tidak fanatik untuk membudidayakan itik dari wilayahnya sendiri. Banyak pternak dari tempat Tegal yang mengambil bibit itik Cirebon untuk dibudidayakan.

 

Itik Bali

 

Sesuai dengan nama dari jenis itik ini, itik Bali  berkembang pesat di pulau Bali. Secara fisik, itik Bali terlihat berbeda dengan itik yang ada di Jawa. Ukuran badan jenis itik ini relatif lebih besar, warna bulunya putih terang dan terdapat jambul pada kepala itik. Warna dari kaki dan paruh itik bali kebanyakan berwarna kuning. Sedangkan warna telur yang dihasilkan yaitu biru muda mendekati putih. Sama dengan itik jawa, jenis itik bali ini mempunyai tingkat produksi telur sekitar 200 – 270 butir per tahun.

 

Itik Alabio

 

Jenis itik alabio ini banyak dibudidayakan pada tempat Kalimantan. Lebih tepatnya lagi di sekitar 190 km utara kota Banjarmasin. Di tempat asalnya, itik alabio ini dikembangkan pada tempat rawa – rawa atau di sungai – sungai dengan menggunakan sangkar terapung yang biasa di sebut cara lanting.

 

Ciri spesifik dari itik alabio yaitu tubuhnya besar dan perilaku berdirinya tidak tegak. Paruh dan kaki jenis itik ini berwarna kuning, baik itu untuk itik jantan maupun itik betina. Warna bulu itik alabio didominasi oleh warna coklat keabuan dengan tutul kuning pada betina dan tutul hitam pada itik jantan di sekitar punggung. Ujung sayap itik alabio berwarna kehijauan pada itik betina sedangkan pada itik jantan berwarna biru jingga.

 

Itik alabio dalam mengkonsumsi pakan sangatlah banyak. Pada pembudidaya di luar kalimantan kurang menggemari untuk melaksanakan ternak itik alabio dikarenakan ukuran telurnya yang lebih kecil kalau dibandingkan dengan ukuran telur dari jenis itik jawa dan bali. Budidaya itik alabio sanggup Anda baca di sini. Klik di sini.

 

Adapun jenis itik lainnya yang bisa dibudidayakan adalah:

 

Itik Impor

 

Adapula beberapa jenis itik impor yang mempunyai kemampuan untuk berproduksi lebih baik kalau dibandingkan dengan itik lokal. Itik impor yang ada di Indonesia telah mengalami seleksi dan pengembangan yang cukup intensif sehingga menghasilkan bibit yang terjamin produktivitas dan kualitasnya. Akan tetapi ketika ini budidaya itik impor masih jarang dilakukan oleh peternak itik. Hal ini terjadi alasannya yaitu kualitas telurnya tidak sesuai dengan harapan pasar. Contoh jenis itik impor yang ada di Indonesia yaitu itik Cherry Valey.

 

Itik Hasil Persilangan

 

Jumlah itik persilangan bisa dikatakan masih sangat minim. Salah satu itik hasil persilangan yaitu itik ratu. Itik ratu merupakan hasil persilangan dari itik mojosari dan itik alabio. Itik ini dikembangkan oleh Badan Pembibitan Ternak Unggul di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Demikian juga Balai Penelitian Ternak Ciawi yang membuatkan itik silangan antara itik tegal, itik alabio dan itik khaki campbel.

 

Ada beberapa jenis itik yang sangat manis untuk Anda budidayakan Green Cocoland - 3 Jenis Itik Yang Baik Untuk Anda Budidayakan – Baca Di sini
Jenis itik impor khaki campbel-beritik

 

Itik persilangan mempunyai produksi telur yang lebih tinggi kalau dibandingkan dengan itik lokal. Akan tetapi ketika ini itik persilangan tersebut jumlahnya masih sangat terbatas.

 

google-site-verification: googled999a9284d0ca26d.html